Breaking News

S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI Level BBB, Jangka Panjang dan A-2 dengan Outlook Stabil

- Publisher

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Pajak Jakarta

Gedung Pajak Jakarta

Jakarta, Meganews.co.id Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) kembali mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan tersebut menegaskan kepercayaan internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, serta kemampuan Pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Afirmasi peringkat ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun dunia masih menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi harga energi dan komoditas.

Menteri Keuangan menyampaikan bahwa keputusan S&P merupakan pengakuan atas konsistensi Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus melanjutkan agenda reformasi struktural.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan,” tutur Menkeu.

S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, didukung oleh kebijakan makroekonomi yang prudent, stabilitas politik dan kelembagaan, serta beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara-negara dengan peringkat yang setara.

Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5 persen untuk 2-3 tahun kedepan, dengan pertumbuhan tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 5,1 persen. Bahkan pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia telah tumbuh 5,6 persen (year-on-year), mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas investasi. Sejalan dengan itu, pendapatan per kapita Indonesia juga diperkirakan meningkat hingga sekitar USD5.200 pada tahun ini.

Disiplin Fiskal Tetap Menjadi Jangkar KebijakanS&P memberikan penilaian positif terhadap komitmen Pemerintah menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Komitmen tersebut dipandang sebagai policy anchor yang memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia.

S&P juga mencatat pemulihan penerimaan negara yang semakin kuat. Pendapatan negara pada 6 bulan pertama tahun 2026 tumbuh sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh penguatan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak, khususnya dari sektor sumber daya alam.

Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat kualitas APBN melalui:

▪ penguatan penerimaan perpajakan dan PNBP;

▪ peningkatan kepatuhan dan digitalisasi administrasi perpajakan;

▪ optimalisasi penerimaan dari sektor mineral dan sumber daya alam;

▪ peningkatan efektivitas serta ketepatan sasaran belanja negara;

▪ pengelolaan pembiayaan yang efisien serta pengendalian risiko utang.

S&P juga memperkirakan bahwa membaiknya penerimaan negara dan moderasi biaya pembiayaan akan memperkuat ruang fiskal Indonesia.

Reformasi Struktural Memperkuat Prospek Jangka Menengah S&P menilai berbagai reformasi struktural yang sedang dijalankan Pemerintah berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Kebijakan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, penguatan tata kelola sektor mineral dan komoditas strategis, serta optimalisasi pengelolaan aset negara dipandang mampu meningkatkan nilai tambah domestik, memperbesar penerimaan negara, dan memperkuat kinerja ekspor Indonesia.

S&P juga mencatat bahwa penguatan peran Danantara serta pengelolaan devisa hasil ekspor berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, memperkuat transparansi, mengurangi kebocoran ekonomi, dan mendukung pembiayaan investasi pada sektor-sektor strategis.

Pemerintah akan memastikan seluruh agenda reformasi tersebut dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan disertai komunikasi kebijakan yang konsisten sehingga mampu menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor. Stabilitas Eksternal dan Sistem Keuangan Tetap TerjagaDi tengah meningkatnya volatilitas pasar global, S&P menilai Bank Indonesia memiliki independensi operasional serta instrumen kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas moneter dan pasar keuangan. Koordinasi erat antara Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan seluruh otoritas sektor keuangan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas nilai tukar, kecukupan cadangan devisa, likuiditas pasar keuangan, serta kepercayaan investor.

S&P juga menilai sistem perbankan Indonesia tetap memiliki tingkat permodalan yang kuat dengan risiko kontinjensi terhadap pemerintah yang terbatas.

Outlook Stabil Mencerminkan Kepercayaan terhadap Arah Kebijakan IndonesiaOutlook stabil mencerminkan keyakinan S&P bahwa mencerminkan keyakinan S&P bahwa tantangan yang dihadapi fiskal maupun sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika global saat ini bersifat sementara dan akan membaik seiring bersifat sementara dan akan membaik seiring pemulihan penerimaan negara, stabilisasi harga komoditas, penguatan nilai tukar, serta implementasi reformasi ekonomi yang semakin efektif.

Pemerintah optimistis bahwa kombinasi fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang konsisten, reformasi struktural yang berkelanjutan, serta koordinasi kebijakan yang erat akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing nasional.

Afirmasi peringkat kredit ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek ekonomi yang solid di kawasan serta menjadi sinyal positif bagi investor global bahwa Indonesia tetap merupakan tujuan investasi yang kredibel, aman, dan menjanjikan dalam jangka panjang.(BJ)

Berita Terkait

Danrem 084/Bhaskara Jaya Terima Paparan Pelaksanaan TMMD ke-130 di Pamekasan
Sambut Anniversary ke-39 Swiss-Belhotel International, Group Hotel SBI di Surabaya dan Sidoarjo bersama YPKI
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tekankan Sinergi dan Manfaat untuk Warga di TMMD ke-130 Pamekasan
Kapolda Jatim Resmikan Fasilitas Sumur Bor Presisi Atasi Kekeringan di Pagak Malang
Polres Jember di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke -71, Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelayanan Prima
Danrem 084/Bhaskara Jaya: TNI Tak Boleh Jauh dari Rakyat
Polres Tanjung Perak Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Tekankan Pelayanan Humanis
Danrem 084/Bhaskara Jaya: Bazar Murah Wujud Nyata TNI Hadir di Tengah Rakyat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:40 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Terima Paparan Pelaksanaan TMMD ke-130 di Pamekasan

Kamis, 24 September 2026 - 14:35 WIB

Sambut Anniversary ke-39 Swiss-Belhotel International, Group Hotel SBI di Surabaya dan Sidoarjo bersama YPKI

Kamis, 24 September 2026 - 14:29 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Tekankan Sinergi dan Manfaat untuk Warga di TMMD ke-130 Pamekasan

Kamis, 24 September 2026 - 14:24 WIB

Kapolda Jatim Resmikan Fasilitas Sumur Bor Presisi Atasi Kekeringan di Pagak Malang

Rabu, 23 September 2026 - 09:11 WIB

Polres Jember di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke -71, Perkuat Sinergi dan Transformasi Pelayanan Prima

Rabu, 23 September 2026 - 08:54 WIB

Polres Tanjung Perak Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Tekankan Pelayanan Humanis

Rabu, 23 September 2026 - 08:44 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya: Bazar Murah Wujud Nyata TNI Hadir di Tengah Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 08:38 WIB

Polres Nganjuk Antisipasi Bara Api, Siagakan Personel Pasca Karhutla di Gunung Wilis

Up to date