Breaking News

Kunjungan Presiden RI saat Panen Raya Jagung dan Launching 166 SPPG Polri di Tuban

- Publisher

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto sapa masyarakat Tuban

Presiden RI Prabowo Subianto sapa masyarakat Tuban

Tuban, Meganews.co.id – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II dan _Groundbreaking_ 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta _launching_ operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, disambut antusias oleh para petani dan kelompok tani setempat. Kehadiran Presiden dinilai membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani, termasuk petani hutan di wilayah Tuban.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri, mengaku senang atas kunjungan Presiden Prabowo ke wilayahnya yang menurutnya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat tani setempat. “Kalau Pak Presiden Prabowo ke sini, saya melihatnya sangat-sangat senang. Karena tidak pernah dikunjungi Pak Presiden di wilayah kami, baru ini, saya sangat semangat dan senang,” tutur Tasmuri.

Tasmuri menilai kebijakan pemerintah saat ini mulai dirasakan petani, terutama terkait kemudahan memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. “Kalau sekarang banyak perubahan. Kalau dulu, masalah pupuk, tetap pupuk yang diandalkan petani. Yang dulu sangat sulit, ngantri-ngantri. Ada perubahan, (oleh) Pak Prabowo harganya diturunkan. Yang dulu lebih mahal, sekarang turun dan pelayanannya sangat sederhana, ya, mudah dicari,” jelasnya.

Poktan Ngudi Makmur sendiri mengelola lahan seluas 631,7 hektare dengan sekitar 750 petani penggarap. Meski kondisi pupuk dinilai makin membaik, Tasmuri berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan pengeboran air untuk irigasi karena wilayah pertanian mereka masih sangat bergantung pada hujan.

“Karena di sini, wilayah saya ini kan kalau kadang tidak ada hujan, sudah gagal yang panen kedua. Itu petani rugi sangat besar, karena jagungnya tidak bisa jadi,” terangnya.

Selain persoalan irigasi, Tasmuri juga mengapresiasi membaiknya harga jual jagung yang kini mencapai lebih dari Rp. 6.000 per kilogram dan dinilai mampu membantu petani menutup biaya produksi.

“Kalau jual hasil tani, alhamdulillah sudah baik. Dulu harga jagung hanya Rp. 3.800-Rp. 4.000. Tapi sekarang sampai 6 lebih. Sekarang sampai 6 lebih, Rp. 6.200 per kilo. Berarti petani sangat gembira, karena biayanya banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, Sudarlim, berharap kehadiran Presiden dapat membawa perhatian lebih bagi petani hutan. “Kami petani hutan itu 90 persen di Tuban itu menanam jagung, harapannya ke depannya bisa mendapat perhatian yang lebih atau paling tidak sama dengan petani yang ada di luar kawasan hutan,” tandas Sudarlim.

Sudarlim juga menilai kondisi pupuk mulai membaik. Di sisi lain, ia berharap pemerintah memberikan dukungan fasilitas pascapanen seperti alat pengering agar petani dapat memenuhi standar Bulog dan memperoleh harga jual maksimal.

“Yang kita harapkan ada fasilitas untuk proses pengolahannya pascapanen, sehingga kita bisa mengakses Bulog dan mendapatkan harga maksimal,” tukasnya.

Sudarlim juga optimistis program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.

“Dengan kehadiran Pak Presiden, saya optimis kesejahteraan petani, bukan hanya petani hutan, tapi program swasembada pangan yang dicanangkan beliau akan sukses,” paparnya.

Selain fasilitas pascapanen, Sudarlim berharap pemerintah dapat membantu pembangunan irigasi atau sumur dalam agar petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan mengurangi risiko gagal panen. Menutup keterangannya, Sudarlim menyampaikan doa bagi kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Saya doakan sukses selalu Pak Prabowo dalam memimpin negara kita tercinta Indonesia, sebagai anugerah terbesar dari Yang Maha Esa, dengan adanya zamrud katulistiwa yang ada di negara kita. Itu anugerah terbesar Pak,” tutupnya.(BJ)

Berita Terkait

Polres Trenggalek Salurkan Bantuan Air Bersih lewat Patroli Gentong
Polres Madiun Kota Gelar Apel Harkamtibmas, Aktivitas Masyarakat Pascakegiatan Kembali Normal
Satreskrim Polres Gresik Ungkap Curanmor di Rest Area Wahas dan Amankan Dua Pelaku
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ajak Warga Jaga Surabaya di Cangkrukan Kamtibmas
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Kurir dan Sita 100,72 Gram Sabu
Satbinmas Polresta Sidoarjo Tanamkan Sadar Hukum ke Pelajar dan Cegah Radikalisme
Satbinmas Polres Gresik Bangun Kedekatan dan Komunikasi dengan Kopi Keliling
DJP Jatim Gelar Lelang Serentak 69 Aset Sitaan, Optimalkan Penerimaan Negara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:20 WIB

Polres Trenggalek Salurkan Bantuan Air Bersih lewat Patroli Gentong

Kamis, 24 September 2026 - 17:13 WIB

Polres Madiun Kota Gelar Apel Harkamtibmas, Aktivitas Masyarakat Pascakegiatan Kembali Normal

Kamis, 24 September 2026 - 16:49 WIB

Satreskrim Polres Gresik Ungkap Curanmor di Rest Area Wahas dan Amankan Dua Pelaku

Kamis, 24 September 2026 - 16:41 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ajak Warga Jaga Surabaya di Cangkrukan Kamtibmas

Kamis, 24 September 2026 - 16:35 WIB

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tangkap Kurir dan Sita 100,72 Gram Sabu

Kamis, 24 September 2026 - 16:05 WIB

Satbinmas Polres Gresik Bangun Kedekatan dan Komunikasi dengan Kopi Keliling

Kamis, 24 September 2026 - 15:58 WIB

DJP Jatim Gelar Lelang Serentak 69 Aset Sitaan, Optimalkan Penerimaan Negara

Kamis, 24 September 2026 - 14:40 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Terima Paparan Pelaksanaan TMMD ke-130 di Pamekasan

Up to date