Breaking News

Mantan Rektor UB Berpesan ke Guru Besar: Jadilah Es Jangan Korek Api di Pemilu 2024

- Publisher

Minggu, 11 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof KH Muhammad Bisri Fattah Karim

Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof KH Muhammad Bisri Fattah Karim

Meganews.co.id, Malang – Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof KH Muhammad Bisri Fattah Karim menanggapi soal pernyataan guru besar UB yang menyebut Indonesia ‘chaos’ jika Paslon Prabowo-Gibran menang di Pemilu 2024 ini.

Menurut Prof Bisri, seharusnya para guru besar ini tidak boleh memberikan prediksi yang akan memecah dan membuat masyarakat tak damai jelang Pemilu 2024 ini.

“Kita belum tahu dan belum tentu. Ini tidak boleh diprediksi,” tutur Prof Bisri, Sabtu (10/02).

Prof Bisri yang juga menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Malang ini meminta kepada para guru besar untuk tidak menjadi api atau provokator ditengah gejolak politik jelang Pemilu 2024.

“Menurut saya, sebagai para ilmuan yang sudah tunggu lebih baik ngademi (mendinginkan). Harus jadi es jangan jadi korek api,” jelasnya.

Prof Bisri sendiri mengingatkan bahwa tujuan utama dalam mencintai negara sebagian dari iman.

“Apakah kita senang Indonesia Bubrah (kacau) lagi. Saya waktu jadi rektor ya gak sempurna, ada kritik dan lainnya. Yang penting jangan provokasi supaya damai. Islam aja agama damai, tenang dan selamat,” terangnya.

Bahkan, menurutnya belum tentu seluruh civitas akademika sejalan dengan pernyataan-pernyataan kritik terhadap pemimpin Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu guru besar UB Bidang Ilmu Hukum dan Sumberdaya Alam, Prof. Dr. Rachmad Safa`at menyebut Indonesia berpotensi mengalami kekacauan apabila suara-suara akademisi tidak didengar oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan usai pernyataan sikap oleh Civitas Akademika UB, Selasa (06/02) lalu.

Bahkan, ia meyakini jika Prabowo-Gibran berhasil menang dan memimpin Indonesia, negara dinilai akan kacau olehnya.

“Saya yakin kacau setelah pemilu. Apalagi yang jadi Prabowo, malah lebih kacau. Karena persyaratan wakilnya tidak memenuhi syarat,” urai Prof Rachmad.

Menurut Prof Bisri, meski begitu perbedaan ini sangat wajar dalam negara demokrasi. Terpenting, jangan pernah ada provokasi yang menyebabkan masyarakat terpecah belah.

“Ini pendapat sebagian, gak apa apa selama dalam batas wajar. Gak boleh provokasi, harus bikin tenang. Pilihan boleh beda, penting untuk NKRI,” ulasnya.

Dengan begitu, seperti halnya dalam agama Islam mengajarkan untuk mencintai negara sebagian daripada iman. Hal tersebut pun harus selalu dikuatkan.

“Sehingga, apakah demokrasi berjalan baik atau belum, tentu tidak ada yang sempurna. Terpenting adalah kita berangkat dari niat untuk cinta kepada negara,” pungkasnya.(BJ)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Pasuruan Ungkap Tambang Batu Andesit Ilegal dan Amankan Lima Tersangka
Satreskrim Polres Probolinggo Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi dan Tangkap Tujuh Tersangka
Satreskrim Polres Blitar Bekuk Residivis Pembobol Tiga Sekolah
Satreskrim Polres Malang Bongkar Sindikat Pengoplos LPG Ilegal
Rencana Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, ‎Warga Plumbungan Sambut Masa Depan
KAI Daop 8 Surabaya Catat Pertumbuhan Angkutan Barang, Kinerja Positif Awal Tahun 2026
Satlantas Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini bersama Ojol Perempuan
Peringati Hari Buruh, Polres Jember Gelar MCU Gratis Jelang May Day
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 01:06 WIB

Satreskrim Polres Pasuruan Ungkap Tambang Batu Andesit Ilegal dan Amankan Lima Tersangka

Minggu, 26 April 2026 - 00:54 WIB

Satreskrim Polres Probolinggo Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi dan Tangkap Tujuh Tersangka

Minggu, 26 April 2026 - 00:47 WIB

Satreskrim Polres Blitar Bekuk Residivis Pembobol Tiga Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 00:38 WIB

Satreskrim Polres Malang Bongkar Sindikat Pengoplos LPG Ilegal

Minggu, 26 April 2026 - 00:30 WIB

Rencana Pembangunan Jembatan Perintis Garuda, ‎Warga Plumbungan Sambut Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 22:37 WIB

Satlantas Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini bersama Ojol Perempuan

Jumat, 24 April 2026 - 22:25 WIB

Peringati Hari Buruh, Polres Jember Gelar MCU Gratis Jelang May Day

Jumat, 24 April 2026 - 22:18 WIB

KAI Daop 8 Surabaya dan BTP Kelas I Cek Lintas Jalan Kaki Wonokromo–Sepanjang

Up to date