Gresik, Meganews.co.id – Di Dusun Lingsir, Desa Slimpit, Kecamatan Kedamean, Gresik, Ibu Sri Cendani (55) pernah hidup dalam bayang-bayang takut. Atap rumahnya bocor, tiang-tiangnya lapuk, dan setiap hujan datang bersama kecemasan seolah angin bisa merobohkan satu-satunya tempat berteduh bagi dirinya dan tiga anaknya.
Sejak menjadi janda lima tahun lalu, ia bertahan dengan sederhana, membantu usaha servis elektronik milik anak sulungnya. Hidup berjalan pelan, ditemani doa-doa yang tak pernah putus.
“Saya takut kalau hujan angin, rumah ini roboh,” kenang Sri saat menerima kunjungan tim media dengan penuh suka cita, Selasa (05/05).
Hari ini, ketakutan itu perlahan hilang berganti harapan pasti. Melalui program TMMD ke-128 Gresik, rumahnya perlahan dibangun kembali.
“Saya bersyukur… terima kasih kepada Bapak TNI,” tutur Sri sambil tertunduk malu sembari memperbaiki posisi duduknya.
Bagi Ibu Sri, rumah itu bukan hanya tempat pulang. Ia adalah jawaban dari doa-doa panjang yang akhirnya sampai ke langit.
“Alhamdulillah, Gusti Allah mengabulkan,” jelasnya dengan nada pelan.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 Gresik menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat, dimana program-program TMMD kali ini menjelma menjadi jawaban atas harapan panjang yang diam-diam dipanjatkan warga dalam sunyi.(BJ)









