Surabaya, Meganews.co.id — Suasana Persami di Yayasan Perjuangan 45 berubah penuh haru saat Danrem menyampaikan pesan tentang perjuangan bangsa, cinta tanah air, dan pentingnya menghormati orang tua.
Dalam ceramahnya, Danrem menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang. Para pahlawan rela mengorbankan nyawa dan harta demi generasi penerus bangsa.
“Mereka kini hanya terbujur kaku di bawah batu nisan, tetapi perjuangannya hidup sampai hari ini,” tuturnya, Jum’at (08/05).
Danrem juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak korupsi, keserakahan, dan hedonisme. Peserta diajak bersyukur menjadi bangsa Indonesia di tengah dinamika global seperti perang Ukraina, konflik Israel-Iran, hingga berbagai bencana di negara lain.
Suasana semakin emosional ketika peserta diminta membayangkan wajah ibu dan ayah mereka. Tangis pecah saat lagu bertema orang tua diperdengarkan.
“Kita semua akan tua dan mati. Yang dibawa hanyalah amal selama hidup,” terangnya sambil mengutip QS Al Isra ayat 7.
Di akhir kegiatan, generasi muda diajak terus bermimpi membawa Indonesia menjadi bangsa maju melalui perdamaian, prestasi, dan semangat nasionalisme yang ditutup dengan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”.(BJ)









